Pilih Laman

Pendahuluan

Sel berasal dari kata latin cella yang berarti ruangan kecil dan ditemukan oleh Robert Hooke pada pengamatan terhadap sayatan gabus. Sel merupakan suatu ruangan kecil yang dibatasi oleh membran, yang didalamnya terdapat cairan (protoplasma). Protoplasma terdiri dari plasma sel (sitoplasma) dan inti sel (nukleus). Di dalam inti sel terdapat plasma inti atau nukleoplasma. Sel merupakan satuan terkecil makhluk hidup yang dapat melaksanakan kehidupan. Secara fungsional, sel berfungsi untuk menjalankan fungsi kehidupan kemudian membentuk organisme. Sel berkembang biak dengan cara membelah diri. Selain itu sel juga mengandung materi genetik, yaitu materi penentu sifat- sifat makhluk hidup maka sifat makhluk hidup dapat diwariskan kepada keturunannya.

Sejarah dan Teori Sel

Tokoh-tokoh penemu teori sel :
1. Robert Hooke (1635 – 1703)
Robert Hooke adalah orang pertama yang menyebutkan istilah sel yaitu dan mengamati sayatan gabus tutuip botol (
Quercus suber).


2. Antonie Van Leeuwenhoek (1723)
Ia merupakan seorang ahli lensa dari Belanda, Ia membuat mikroskop sederhana lalu memeriksa setetes air kolam dan menemukan hewan kecil yang ia sebut bakteri. Hooke juga merupakan orang yang pertama kali menggambarkan bentuk-bentuk bakteri.


3. Robert Brown (1833)
Ia merupakan ilmuwan Skotlandia yang pertama kali menemukan inti sel pada sayatan sel anggrek. Inti sel disebutnya sebagai nukleus.


4. Felix Durjadin (1835)
Ia merupakan tokoh berkebangsaan Perancis yang yang dikenang untuk penelitiannya mengenai protozoa dan mengenai suatu substansi di dalam sel yang selanjutnya disebut protoplasma.


5. Johanes Purkinje (1839)
Merupakan ilmuwan yang menyatakan bahawa cairan di dalam sel adalah protoplasma.

Ukuran dan Tipe Sel

Ukuran sel sangat kecil berdiameter 1-100 µm, yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop cahaya (perbesaran sampai 2000 kali) dan mikroskop elektron (perbesaran sampai 500.000 kali). Sel dibedakan menjadi dua jenis yakni sel yang memiliki inti sel dan sel yang tidak memiliki inti sel. Prokariotik adalah sel tanpa membran inti, yang memiliki ciri materi genetiknya berada dalam nukleoid dan tidak bermembran, tidak memiliki organel seperti mitokondria, kloroplas, retikulum endoplasma, aparatus golgi, lisosom dan peroksisom. Sel prokariotik memiliki materi genetik DNA dan RNA, DNA plasmid, ribosom, dinding sel, mesosom dan krematofor, contohnya sel bakteri dan alga hijau biru (Cyanobacteria). Eukariotik adalah sel yang memiliki membran inti, contohnya sel hewan dan tumbuhan. Sel eukariotik memiliki organel seperti mitokondria, kloroplas, retikulum endoplasma, aparatus golgi, lisosom dan peroksisom.

Tabel dibawah ini merupakan rangkuman perbedaan sel prokariotik dan eukariotik:

Contoh soal:

  1. Apakah perbedaan utama diantara sel prokariot dan sel eukariot?

Jawaban: Perbedaan utama sel prokariot dan eukariot berada pada membran inti sel. Prokariot tidak memiliki membraniniti sel sedangkan eukariot memiliki membran inti sel.

  1. Apakah perbedaan ribosom yang berada pada sel prokariot dan eukariot?

Jawaban: Pada sel prokariot ribosom berada bebas di dalam sitoplasma sedangkan pada eukariot, ribosomnya ada yang bebas dan ada juga yang menempel pada retikulum endoplasma membentuk retikulum endoplasme kasar.