Pilih Laman

Sistem Pertahanan Tubuh Pada Hewan

1. Sistem Pertahan Tubuh Pada Hewan Pisces

Ada beberapa substansi sel dan organ yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh suatu organisme. Elemen-elemen tersebut sering disebut dengan sistem kekebalan (immune system). Organ yang termasuk dalam sistem kekebalan adalah sistem “Reticulo Endothelial”, limfosit, plasmosit, dan fraksi serum protein tertentu.

Sel yang berperan dalam sistem tanggap kebal terdiri dari dua jenis sel limfosit yaitu limfosit-B dan limfosit-T. Aktivitas yang pasti dari sel-T pada ikan belum banyak diketahui tapi yang jelas peran utamanya adalah dalam sitem kekebalan seluler dan biasanya disebut dengan imun perantara sel (cell mediated immunity). Sel-B berperan dalam produksi imunoglobulin melalui rangsangan antigen tertentu dan imunoglobulin diproduksi oleh sel tertentu pada limpa dan mungkin juga pada organ hati.

2. Sistem Pertahanan Tubuh Pada Hewan Aves

Sistem kekebalan tubuh pada unggas tidak berbeda secara signifikan dengan sistem kekebalan pada manusia maupun mamalia. Unggas mempunyai dua organ limfoid primer, yaitu timus dan bursa fabricius (BF). Bursa fabricius adalah organ limfoid primer yang berfungsi sebagai tempat pematangan dan diferensiasi bagi sel dari sistem pembentuk antibodi, sehinga sel ini disebut sel B. Bursa fabricius ini berkembang pada saat ayam masih muda dan akan mengalami atropi pada saat unggas dewasa. Disamping itu bursa juga berfungsi sebagai organ limfoid sekunder . Anak ayam yang baru menetas memiliki antibodi asal induk yang diturunkan dari induknya. Antibodi yang diwariskan oleh induknya akan bertahan pada anaknya sampai beberapa hari setelah menetas.

Bibit penyakit atau antigen yang masuk ke dalam tubuh pertama kali akan dijerat sehingga dapat diketahui sebagai protein asing. Materi yang telah diketahui sebagai protein asing, kemudian oleh makrofag disampaikan ke sel limfosit melalui pembentukan berbagai sitokin ke sistem pembentuk antibodi atau ke sistem kebal berperantara sel. Sistem kebal ini akan menyimpan memori tentang kejadian ini sehingga pada bila ada bibit penyakit berikutnya dengan antigen yang sama, tanggapannya akan jauh lebih cepat dan lebih efisien.

3. Sistem Pertahanan Tubuh Pada Hewan Insecta 

Hewan memiliki sistem imunitas untuk mempertahankan diri dari serangan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Serangga, adalah contoh yang paling mudah untuk menjelaskan mekanisme imunitas pada tubuh invertebrata. Tubuh serangga dilindungi oleh eksoskeleton (rangka luar) yang kuat dan terbuat dari zat khitin sebagai pertahanan luar tubuhnya. Bakteri dan jamur akan kesulitan dalam menembus eksoskeleton ini sehingga mencegah terjadinya infeksi pada tubuh serangga. Dalam saluran pencernaan serangga juga terdapat pelindung dari khitin tersebut, walaupun tidak sebanyak yang terdapat pada eksoskeletonnya. Pelindung ini sedikit banyak dapat menghindarkan bakteri dan jamur masuk ke dalam jaringan tubuh melalui saluran pencernaan.

4. Sistem Pertahanan Tubuh Pada Hewan Mamalia

Mamalia membentuk IgD dan IgG dan subkelasnya di samping Ig lainnya dan menunjukkan MHC yang berbeda. Diversitas sudah lebih berkembang. Antibodi pada sel B, reseptor se T dan spektrum sel (MHC), semuanya berkembang dari leluhur yang sama. Ada kesamaan antara sistem imun tikus dan manusia, sehingga tikus transgenik banyak digunakan dalam penelitian. Tikus memiliki imunitas alamiah yang kuat. Mamalia lain seperti ikan paus dan hamster hanya memiliki sedikit polimorfisme MHC.

5. Sistem Pertahanan Tubuh Pada Hewan Reptil

Kondisi lingkungan dapat mempengaruhi struktur dan fungsi organ berbagai reptil termasuk sitem imun. Timus berkembang baik dengan molekul permukaan yang menyerupai Ig yang diduga merupakan prekursor reseptor sel T, IgG, dan IgM. Limpa merupakan organ limfoid perifer terpenting. GALT berkembang baik pada kadal dan ular. Reptil tidak memiliki tonsil. Reptil juga memiliki molekul MHC dan memproduksi sedikitnya 2 jenis Ig yang menyerupai IgM.