Pilih Laman

Air Susu Ibu (ASI)

Air susu ibu terbentuk secara alami melalui pengaruh hormon Prolaktin pada masa akhir kehamilan. Produksi ASI disebut dengan laktasi, terjadi di dalam kelenjar mamae di  ayudara. Ketika bayi mengisap susu, pituitari melepas hormon oksitosin yang akan merangsang kontraksi kelenjar susu agar ASI mengalir deras. ASI yang dihasilkan minggu pertama setelah melahirkan mengandung gizi yang tinggi dan kolostrum, suatu zat yang kaya akan antibiotik. Antibiotik tersebut bermanfaat untuk mencegah infeksi bibit penyakit pada bayi. Bayi akan segera membentuk antibodi sehingga tidak mudah terserang penyakit. ASI yang kaya dengan nutrisi dan antibiotik ini disebut ASI eksklusif. ASI eksklusif diperkirakan berlangsung sampai enam bulan.

Adapun kandungan ASI terdiri dari:

  1. Air Asi mengandung 87,5% air. Karenanya pada periode ASI eksklusif selama 6 bulan, bayi  tak perlu diberi minuman atau makanan lain, kecuali dalam kondisi medis tertentu, seperti harus minum obat. “Bayi yang cukup ASI enggak perlu tambahan air dalam suhu panas sekalipun,” kata Falla.
  2. Kolostrum merupakan ASI yang keluar pertama kali pada 1-5 hari pascamelahirkan. Kolostrum yang berwarna kekuningan ini mengandung immunoglobulin A yang tinggi. Jadi, sangat penting menyusui sejak bayi lahir.
  3. Karbohidrat utama dalam ASI adalah laktosa. Laktosa berfungsi sebagai energi untuk otak.
  4. Protein penting yang terkandung dalam ASI, yaitu whey dan kasein. Kandungan whey pada ASI lebih tinggi dibanding susu formula. Sementara itu, kandungan kasein lebih tinggi dibanding pada susu formula. “Kandungan kasein yang lebih tinggi pada susu formula membuat bayi susah mencerna, jadi sembelit,” ujar Falla. Dalam ASI juga terkandung asam amino taurin yang berperan untuk pertumbuhan otak. Selain itu, terdapat nukleotida yang berfungsi untuk perkembangan usus.
  5. Lemak pada ASI berfungsi untuk pertumbuhan otak. ASI kaya akan lemak omega 3 dan omega .
  6. ASI juga mengandung zat penting untuk otak, yaitu DHA dan ARA. ASI juga mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh yang seimbang dibanding susu sapi. “Kalau susu sapi lebih banyak mengandung asam lemak jenuh,” lanjut Falla.
  7. Kartinin yang terkandung dalam ASI memiliki peran membantu proses pembentukan energi. Hal ini diperlukan untuk memertahankan metabolisme tubuh.
  8. Vitamin dan mineral ASI juga kaya akan vitamin dan mineral. Vitamin E berfungsi untuk ketahanan sel darah merah. Vitamin A untuk kekebalan tubuh dan pertumbuhan si kecil. Terdapat pula vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B, C, dan asam folat yang berfungsi untuk perkembangan otak dan daya tahan tubuh. Untuk kandungan mineralnya, antara lain kalsium yang berfungsi untuk perkembangan tulang dan otot, serta mengandung zinc untuk membantu metabolisme