Pilih Laman

Fertilisasasi, Kehamilan, Dan Persalinan

Fertilisasi merupakan proses peleburan antara sel telur dan sel sperma. Prosesnya terjadi di dalam tuba falopi. Hasil fertilisasi merupakan zigot (2n). Jika di dalam tuba falopi terjadi pembuahan, zigot akan didorong menuju uterus dan tiba di uterus dalam bentuk gastrula akhir untuk kemudian mengalami implantasi dan berkembang menjadi bayi. Apabila terjadi implantasi pada dinding rahim, embrio akan mengeluarkan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) yang mempertahankan kadar progesteron tetap tinggi agar penebalan endometrium terus berlanjut sampai menjadi plasenta. Progesteron juga mencegah uterus untuk berkontraksi selama kehamilan sebelum mencapai waktu kelahiran. Pada awal masa kehamilan, HCG berperan dalam mempertahankan korpus luteum agar tidak hancur dan tetap memproduksi progesteron dan estrogen. Setelah kehamilan 2 bulan, HCG tidak diproduksi sehingga korpus luteum hancur. Akan tetapi, produksi progesteron dan estrogen selama kehamilan diambil alih oleh plasenta.

Zigot hasil fertilisasi mengalami pertumbuhan dan perkembangan melalui 3 tahap selama kurang lebih 280 hari. Tahap-tahap ini meliputi periode preimplantasi, periode embrionik, dan periode fetus.

1) Periode Preimplantasi

Tahap ini terjadi pada 7 hari pertama setelah proses fertilisasi. Selama 2–4 hari pertama pasca pembuahan, zigot berkembang dari 1 sel menjadi 16 sel. Sel ini disebut morula. Morula bergerak di sepanjang tuba falopi lalu masuk ke uterus dan tertanam dalam endometrium uterus. Morula kemudian membentuk bola berongga yang disebut blastula. Blastula mempunyai lapisan luar yang disebut tropoblas. Tropoblas ini berkembang membentuk membran embrio, korion, dan amnion.

  • Amnion berasal dari jaringan tropoblas yang melingkupi bagian luar embrio. Dinding amnion menghasilkan cairan ketuban yang berguna untuk menjaga agar embrio tetap basah dan tahan goncangan.
  • Korion merupakan selaput yang terdapat diluar amnion. Korion tumbuh membentuk jonjot yang terdiri atas mesoderma dan tropoblas yang berhubungan dengan rahim. Korion mengalami perkembangan lebih lanjut membentuk vili. Vili ini tumbuh menjadi plasenta. Plasenta berfungsi sebagai jalan pertukaran gas, makanan, dan zat sisa antara ibu dan janin.
  • Alantois merupakan jaringan yang terletak di dalam tali pusar. Di dalam alantois berkembang banyak pembuluh darah yang berfungsi menghubungkan sirkulasi embrio dengan plasenta.
  • Antara amnion dan plasenta terdapat kantong kuning telur (yolksack) atau sacus vatelianus. Yolksack merupakan tempat munculnya sel-sel darah dan pembuluh darah pertama. Bagian ini berfungsi menyediakan makanan utama bagi embrio.

2) Periode Embrionik

Tahap ini terjadi selama 7 minggu pertama perkembangan embrio. Pada tahap ini embrio mulai berdiferensiasi membentuk bagian-bagian pada tubuh seperti pembentukan kepala, pembentukan lengan, dan pembentukan jari-jari. Selanjutnya hati juga tumbuh dengan cepat pada tahap ini, ekor akan memendek dan paha akan mengalami perkembangan. Embrio pada akhir periode ini disebut fetus.

3) Periode Fetus

Tahap ini terjadi selama 7 bulan terakhir kehamilan. Selama 6 bulan pertama, fetus akan berkembang dengan sangat cepat dan terjadi perbaikan proporsi komponen tubuh melalui diferensiasi jaringan. Pada bulan keempat, wajah sudah membentuk wajah manusia normal. Pada bulan kelima, kulit yang keriput akan tertutup oleh rambut. Pada dua bulan terakhir, lemak terdeposit mengisi keriput pada kulit dan mengisi berat badan bayi pada saat kelahiran.