Pilih Laman

Siklus Menstruasi

Dari kira-kira 2 juta oosit pada dua ovarium hanya 400 buah yang akan menjadi folikel matang, sedangkan folikel lainnya mengalami degenerasi. Folikel matang berupa kantung kecil dengan dinding sel-sel epitel di dalam berisi satu sel telur. Folikel menghasilkan hormon estrogen. Oogenesis dan ovulasi terjadi sekali dalam sebulan, bergiliran antara ovarium kiri dan ovarium kanan.

Sistem reproduksi wanita bekerja bersama dengan empat hormon reproduksi utama yakni FSH (Follicle Stimulating Hormone), LH (Lutenizing Hormone), estrogen dan progesterone.  Hormon FSH dan LH diproduksi oleh hipotalamus pada otak dan berfungsi  dalam menjaga sel telur di ovarium melalui pembentukan folikel dan korpus luteum. Sedangkan hormone estrogen dan progesterone dihasilkan oleh ovarium dan berfungsi dalam penebalan endometrium. Selama siklus menstruasi, terdapat dua fase besar yang terjadi ketika siklus menstruasi yakni fase folikel dan fase luteus.

  1. Fase Folikel

Pada fase awal folikel, konsentrasi hormone FSH tinggi. Tingginya konsentrasi hormone ini menginduksi berkembangnya folikel de Graaf di dalam ovarium dan merangsang ovarium untuk menghasilkan hormone estrogen. Seiring berjalannya waktu, konsentrasi hormon estrogen yang dihasilkan ovarium terus meningkat. Hormon estrogen menyebabkan endometrium tumbuh dan menebal sebagai persiapan rahim untuk kehamilan. Meningkatnya hormone estrogen juga membuat endometrium pulih kembali dan menghambat produksi FSH. Pada saat ini juga dihasilkan hormone progesterone yang berfungsi dalam mempersiapkan endometrium untuk menerima dan memelihara sel telur yang telah dibuahi.

Jika kehamilan tidak terjadi kadar hormone estrogen dan progesteron akan mengalami penurunan. Turunnya kadar progesteron pada darah yang disebabkan oleh menyusutnya ukuran korpus luteum sebagai penghasil progesteron. Keadaan ini menyebabkan kematian dari jaringan epitel. Setelah itu pembuluh arteriol membesar kembali sehingga aliran darah membesar dan darah keluar membanjiri jaringan yang mati sehingga terjadi peluruhan yang disebut menstruasi. Menstruasi adalah peluruhan jaringan epitel yang melapisi endometrium.

Setelah proses menstruasi, endometrium akan menebal kembali seiring dengan meningkatnya produksi hormon estrogen. Fase folikuler terjadi pada hari 1 hingga 13, dimana pada hari 1 hingga 5 terjadi menstruasi. Pada hari ke 14 terjadi ovulasi.

  1. Fase Luteus

Pada kisaran dua minggu setelah awal menstruasi, produksi hormone LH meningkat secara drastis. Peningkatan ini merangsang proses ovulasi dan produksi hormone progesterone oleh korpus luteum. Ovulasi merupakan proses lepasnya sel telur dari folikel yang ada pada ovarium. Folikel yang telah kosong berubah menjadi korpus luteum yang menghasilkan progesteron. Progesteron memacu sekresi lendir dari kelenjar-kelenjar pada endometrium untuk menyiapkan implantasi dari ovarium yang dibuahi. Progesteron juga menjaga agar endometrium tidak dapat lepas. Jika ovum tidak dibuahi, sel telur akan mengalami autolisis (hancur) dalam saluran telur, korpus luteum masih berfungsi 10 – 14 hari setelah ovulasi. Siklus menstruasi dimulai lagi. Fase luteal terjadi pada hari 15 sampai 28.