Pilih Laman

Teknologi Dalam Sistem Reproduksi

Secara umum berdasarkan sifat kerjanya kontrasepsi dibedakan menjadi dua macam, yaitu kontrasepsi permanen dan kontrasepsi temporer. Teknologi reproduksi mencakup semua penggunaan teknologi dalam reproduksi manusia maupun hewan, termasuk di dalamnya adalah teknologi reproduksi buatan (assisted reproductive technology), kontrasepsi dan lain-lain.

1) Teknologi Reproduksi Buatan

Teknologi reproduksi buatan / Assisted reproductive technology (ART) adalah  penggunaan teknologi reproduksi untuk mengobati infertilitas (kemndulan).

2) Obat Kesuburan

Obat kesuburan adalah obat yang meningkatkan tingkat kesuburan reproduksi. Bagi wanita, obat kesuburan yang digunakan berguna untuk merangsang perkembangan folikel ovarium. Saat ini ada sangat sedikit pilihan pengobatan kesuburan yang tersedia untuk laki-laki.  Agen yang meningkatkan aktivitas ovarium dapat diklasifikasikan sebagai gonadotropin releasing hormone, Estrogen antagonis atau Gonadotropin.

3) Terapi Hormon

Terapi hormon atau terapi hormonal adalah penggunaan hormon dalam perawatan medis. Pengobatan dengan menggunakan hormon antagonis juga dapat disebut sebagai terapi hormonal.

4)

  • Fertilisasi in vitro / In vitro fertilisation (IVF) / Bayi Tabung
    Fertilisasi in vitro (IVF) adalah suatu proses dimana sel telur dibuahi oleh sperma di luar tubuh: in vitro. Telur yang sudah dibuahi (zigot) yang dibudidayakan selama 2-6 hari dalam media pertumbuhan kemudian ditransfer ke rahim ibunya dengan maksud untuk menghasilkan kehamilan.  Teknik bayi tabung yang lebih dikenal dengan ”in vitro fertilization”, memerlukan 3 tahap yaitu sebagai berikut:
  • Pengambilan ovum yang sudah matang dari seorang wanita.
  • Menyediakan media kultur sebagai tempat pembuahan in vitro. Media ini harus mempunyai kandungan kimia sesuai dengan cairan yang ada di saluran fallopii.
  • Pengambilan sperma dari seorang pria.

Setelah itu, sperma diinjeksikan ke dalam ovum dengan harapan akan terjadi pembuahan dan pembentukan embrio. Calon bayi inilah yang akan ditransfer ke dalam rahim si calon ibu. Akan tetapi, kalau memungkinkan, embrio akan terus dikembangkan di media kultur hingga hari ke enam dan berkembang menjadi blastosis. Setelah itu, baru diimplantasikan ke rahim ibu.

5) Kontrasepsi

  • Pengendalian kelahiran yang juga dikenal sebagai kontrasepsi dan kontrol kesuburan, adalah metode atau alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Perencanaan, penyediaan dan penggunaan kontrol kelahiran disebut keluarga berencana.Adapun beberapa contoh kontrasepsi diantaranya:
  • Tubektomiadalah pemotongan atau pengikatan saluran sel telur (tuba fallopi) agar sel telur tidak mencapai rahim. Tubektomi merupakan metode kontrasepsi permanen bagi wanita.
  • Vasektomiadalah pemotongan atau pengikatan saluran sperma (vas deferens) agar sperma tidak keluar bersama air mani. Vasektomi merupakan metode KB permanen untuk laki-laki.
  • Kontrasepsi tanpa alat bantu dilakukan dengan menghindari hubungan seksual pada saat wanita mengalami masa subur. Masa subur terjadi pada saat wanita mengalami ovulasi. Masa subur ini dapat diperkirakan dengan menghitung siklus menstruasi pada setiap bulannya, yaitu 11–18 hari sejak hari pertama menstruasi. Cara seperti ini dikenal dengan metode kalender.