Pilih Laman

Pencetus Teori Evolusi

Evolusi dalam biologi berarti proses pewarisan sifat organisme yang berubah dari generasi ke genarasi dalam kurun waktu jutaan tahun. Teori evolusi berusaha memahami faktor-faktor yang mendorong terbentuknya berbagai makhluk hidup yang ada di dunia saat ini.

Sejak abad ke -6 SM, banyak ahli yang telah berusaha mengemukaka pendapatnya tentan asal usul berbagai jenis makhluk hidup yang ada di dunia. Banyak pendapat mereka menjadi fondasi teori evolusi, sperti berikut:

  1. Anaximander (500SM)

Filsuf Yunani sering disebut evolusionis pertama. Anaximander mempercayai bahawa manusia berevolusi dari makhluk akuatik mirip ikan yang pindah ke darat.

  1. Empedocles (495-435 SM)

Empedocles adalah filsuf Yunani yang menyatakan bahwa kehidupan muncul dari lumpur dan tumbuhan, kemudian berubah menjadi hewan. Menurut Empedocles, makhluk hidup pertama memiliki bentuk seperti monster. Bentuk makhluk hidup berubah dan memiliki bentuk paling baik yang mampu bertahan hidup. Pemikiran Empedocles ini adalah bentuk dari seleksi alam yang merupakan mekanisme penting dalam evolusi.

  1. Eramus Darwin (1731-1802)

Ia menulis prosa berjudul Zoonomia yang intinya menyatakan kehidupan itu berawal dari asal mula yang sama dan bahwa respon fungsional akan dwariskan kepada keturunannya.

  1. Sir Charles Lyell (1797-1875)

Lyell adalah seorang ahli geologi Skotlandia yang berpendapat bahwa permukaan bumi terbentuk melalui proses bertahap dalam jangka waktu yng lama. Pendapatnya ini bertentangan dengan pendapat kebanyakan pada waktu itu yang menganggap bumi masih berusia muda. Lyell menerbitkan teorinya dalam buku Principles of Geology. Hasil karyanya ini memengaruhi pemikiran Charles Darwin. Lyell menjadi salah satu pendukung Darwin di kemudian hari.

  1. Thomas Robert Malthus (1766-1834)

Malthus adalah ahli eknonomi inggris dengan bukunya Essay on the Principle of Population, yang intinya menyatakan tidak adanya keseimbangan antara penduduk dan bahan makanan. Selanjutnya, muncullah kata-kata yang digunakan oleh Darwin, yaitu perjuangan untuk hidup (struggle for life).

  1. George Cuvier (1769-1832)

Menyatakan bahwa pada setiap masa diciptakan makhluk hidup yang berbeda. Teori ini disebut katasropisme.

Setelah masa itu, bermunculan pendapat dari ahli biologi lain. Para ahli biologi menyatakan bahwa makhluk hidup senantiasa mengalami perubahan secara berangsur-angsur dalam waktu yang sangat lama. Perubahan-perubahan itu mengakibatkan munculnya sifat-sifat baru. Sifat baru ini pada mulanya hanya menunjukkan penyimpangan sedikit dari nenek moyangnya. Akan tetapi pada generasi selanjutnya, penyimpangan-penyimpangan itu semakin banyak sehingga muncul spesies-spesies baru. Hal itu kemudian menjadi dasar evolusi. Beberapa tokoh yang mengemukakan teori evolusi adalah Lamarck, Charles Darwin, dan August Weisman.

1. Lamarck

Jean Baptiste de Lamarck (1744-1829)  ialah seorang ahli biologi Prancis yang menjelaskan evolusi berdasarkan suatu gagasan bahwa perubahan pada suatu individu disebabkan oleh lingkungan dan bersifat diturunkan, disebut teori Lamarckisme.

     Contoh klasik yang diguakan untuk menggambarkan teori evolusi ini adalah jerapah memiliki leher yang panjang karena kebiasaanya memakan daun-daun dari pohon. Jerapah diduga memanjangkan lehernya untuk dapat mencapai pohon yang semakin tinggi. Adaptasi dengan pemanjangan leher ini diwariskan kepada generasi berikutnya, yang akan mempunyai leher sedikit lebih panjang dan pada generasi berikutnya akan lebih panjang lagi.

Hipotesis Lamarck diformulasikan sebelum era biologi modern. Pada saat itu, teori sel belum dikenal, dan diperlukan satu abad lagi sebelum peran gen-gen dan kromosom diketahui.

2. Charles Darwin

Charles Robert Darwin (1809-1882) ialah peminat ilmu alam dari Inggris. Pada tahun 1831, ia mengikuti pelayaran HMS Beagle untuk memetakan jalur pelayaran. Selama pelayaran ini, Darwin banyak mengumpulkan fosil, bantuan, dan mengamati berbagai makhluk hidup yang ia jumpai. Ketika Beagle merapat di Kepulauan Galapagos (1050 km dari daratan utama Amerika Selatan). Darwin menjumpai berbagai makhluk yang menarik perhatiannya,  terutama burung-burung finch. Burung finch juga ditemukan di Inggris, tapi burung-burung finch Galapagos memiliki berbagai variasi bentuk paruh.

Darwin menyadari bahwa struktur yang bervariasi ini terbentuk karena adaptasi terhadap lingkungan tertentu. Perbedaan struktur paruh bersesuaian dengan keanekaragaman sumber makan yang tersedia. Darwin yakin bahwa burung finch tersebut berkerabat dekat. Menurut Darwin, burung finch yang ada di Galapagos terdiri 13 spesies yang berasal dari spesises burung finch di Amerika Selatan yang bermigrasi ke Galapagos.

Darwin kemudian memperoleh ide tentang evolusi yang didasarkan atas pokok-pokok pikirannya, yaitu sebagai berikut:

  1. Makhluk hidup bervariasi dan beberapa variasi sifatnya dapat diturunkan. Tidak ada dua individu yang sama persis dalam suatu spesies (kecuali kembar identic).
  2. Setiap populasi cenderung bertambah banyak karena setiap makhluk hidup mampu berkembang biak. Untuk berkembang biak, perlu adanya makanan yang cukup. Selain itu, jumlah individu yang dilahirkan lebih banyak daripada yang dapat bertahan hidup.
  3. Kenyataan menunjukkan bahwa pertambahan populasi tidak berjalan secara terus-menerus.
  4. Individu-individu berkompetensi untuk memperoleh sumber daya agar mampu bertahan hidup.
  5. Sifat-sifat yang diwariskan milik beberapa individu membuat mereka dapat bertahan hidup dan bereproduksi pada keadaan lingkungan tertentu.
  6. Akibat dari seleksi lingkungan tersebut, hanya individu yang adiptif terhadap lingkungan yang dpaat hidup dn mewriskan sifat adiptif tersebut. Seleksi alam akhirnya akan mengubah sifat dalam populasi, bahkan menghasilkan spesies baru.

Darwin membuat kesimpulan sebagai berikut:

  1. Deretan fosil yang terdapat di batuan muda berbeda dengan deretan fosil pada batuan tua.
  2. Perbedaan itu disebabkan perubahan yang berangsur-angsur dan perlahan-lahan.

Pada abad ke-18, Thomas Robert mempublikasikan sebuah karya yang menyatakan bahwa populasi bertambah sesuai deret ukur (1-2-4-8-16) juh lebih cepat dibandingkan bertambahnya jumlah makanan yang sesuai dengan deret hitung (1-2-3-4-5). Pada manusia, hal ini mengakibatkan terjadinya kelaparan, penyakit, dna perang yang akan mengurangi ledakan populais penduduk. Makhluk hidup harus berjuang untuk bertahan hidup.

Dalam perjuangan untuk bertahan hidup, sifat-sifat yang mendukung pemiliknya untuk mampu bertahan akan tetap ada, sedangkan sifat-sifat yang tidak mendukung akan hilang. Hal ini akan menghasilkan adaptasi, sebuah modifikasi evolusioner yang meningkatkan kemampuan makhluk hidup untuk bertahan hidup dan berkembang biak di suatu lingkungan. Akumulasi dari modifikasi inilah yang kemudian memunculkan spesies baru. Makhluk hidup yang mampu bertahan hidup karena mampu beradaptasi di lingkungannya inilah yang dapat lolos dari seleksi alam.

Makhluk hidup membutuhkan sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk memperjuangkan hidupnya, terjadi persaingan antarspesies diluar maupun didalam spesies itu sendiri. Perjuangan hidup semakin berat dengan adanya faktor bencana alam dan perubahan cuaca. Sementara itu, yang kalah dalam persaingan akan bermigrasi atau punah. Perbaningan antara Lamarck dan Darwin yakni sebagai berikut.

(a) Teori Lamarck dan Teori Darwin

3. August Weisman

August Weisman (1834-1914), seorang ahli biologi berkembangsaan Jerman, mencoba untuk menerapkan teori Darwin dalam peristiwa genetika. Weismann berpendapat bahwa sel-sel tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Ia membutikan pendapatnya dengan mengawinkan dua tikus yang dipotong ekornya. Hingga generasi ke-21, semua anak tikus yang dilahirkan dari keturunan kedua tikus berekor panjang. Weismann menyimpulkan bahwa:

  1. Perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak akan di wariskan ke generasi berikutnya, hal ini membuktikan bahwa teori evolusi Lamarck tidak benar.
  2. Evolusi adalah masalah pewarisan gen-gen melalui sel kelamin atau evolusi adalah gejala seleski alam terhadap faktor-faktor genetika.