Pilih Laman

Petunjuk Evolusi

Bukti-bukti terjadinya evolusi dapat terlihat dari petunjuk-petunjuk berikut ini.

1. Variasi Individu dalam Satu Keturunan

Di dunia ini, tidak pernah dijumpai dua individu yang identic. Bahkan anak kembar sekali pun, pasti mempunyai suatu perbedaaan. Demikian juga dengan individu-individu dalam satu spesies. Perbedaan-perbedaan tersebut, antara lain pada warna kulit, ukuran, berat, fisiologi, dan kebiasaan. Antar individu-individu dalam satu spesies, terdapat variasi. Faktor penyebab terjadinya variasi adalah factor dalam berupa gen dan factor luar, seperti makanan, keadaaan tanah, dan suhu.

Variasi di dalam satu spesies dalam perkembangan berikutnya akan menurunkan keturunan yang berbeda. Jika keturunan yang berbeda variasinya menhuni daerah yang berbeda, akan menghasilkan varian yang berbeda pula. Adanya variasi pada tumbuhan dan hewan dimanfaatkan oleh manusia untuk memperoleh bibit unggul. Campur tangan manusia menyebabkan variasi yang tidak unggul menjadi tidak berkembang, sedangkan variasi yang unggul berkembang lebih cepat dan jika dilakukan selama bertahun-tahun akan menghasilkan varian yang semakin berbeda dengan moyangnya.

2. Homologi Organ Tubuh

Berbagai makhluk hidup yang kelihatannya sangat berbeda, ternyata masih menunjukan unsur persamaaan. Unsur persamaan yang dimiliki semua sel makhluk hidup adalah adanya protoplasma, yang didalamnya terdapat materi genetic berupa molekul DNA dan molekul RNA. Adanya unsur persamaan dapat dipakai untuk menentukan hubungan kekerabatan. Semakin banyak persamaan, seakin dekat hubungan kekerabatannya.

Apabila kita amati struktur organ gerak bagian depan dari Vertebrata, ternyata masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda. Pada manusia untuk memegang, burung untuk terbang, kelelawar untuk terbang, dan pada kelinci untuk berjalan dan memegang. Bentuk asal organ tersebut sama, tetapi fungsinya berbeda.

Organ-organ dari berbagai makhluk hidup yang mempunyai bentuk asal sama, dan selanjutnya berubah struktur sehingga fungsinya berbeda, disebut  homolog.

Kebalikan dari homolog adalah analog, yaitu organ-organ yang fungsinya sama tanpa memperhatikan asalnya. Contohnya adalah sebagai berikut:

a. Sayap kupu-kupu analog dengan sayap burung, keduanya berfungsi untuk terbang.

b. Sayap kelelawar analog dengan sayap kupu-kupu, keduanya berfungsi untuk terbang.

3. Perbandingan Embriologi

Semua anggota vertebrata dalam perkembangan embrionya menunjukan adanya persamaan. Persamaan perkembangan embrio dimulai dari tahap awal perkembangan embrio.

Seletah fase embrio, fase perkembangannya mengalami perbedaan.

Seletah fase embrio, fase perkembangannya mengalami perbedaan. Adanya persamaan perkembangan pada semua golongan Vertebrata, menunjukan adanya hubungan kekerabatan. Perkembangan individu mulai dari ovum dibuahi sehingga individu tersebut mati disebut ontogeny. Jadi, perkembangan ontogeny makhluk hidup merupakan ulangan filogeni (sejarah perkembangan evolusi makhluk hidup).

4. Fosil

Spesies manusia berkembang secara perlahan-lahan, baik dalam pengertian biologis maupun kultural. Hal ini diketahui berdasarkan fosil dari genus Homo yang ditemukan di India, Cina, Eropa, dan Afrika.

Kata  fosil  berasal dari bahasa Latin fosillis yang artinya menggali. Istilah fosil dapat diartikan sebagai sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang telah membatu. Ilmu yang mempelajari tentang fosil disebut  paleontology. Beberapa fosil temuan para ahli adalah sebagai berikut.

a. Australopithecus

Australopithecu (Australo = selatan; pithecus = kera) memiliki kepurbaan berkisar antara 2-5 juta tahun (zaman Plionsin). Fosil-Fosilnya pertama kali ditemukan pada tahun 1924 di Afrika Selatan oleh  Raymond Dart. Ada 4 spesimen, yaitu sebagai berikut.

1) Australopithecus africanus, yang kemudian berevolusi menjadi manusia berkaki dua (bipedal), menghabiskan sebagai besar waktunya di tanah, memakai batu, tulang, dan kayu sebagai alat dan senjatanya.

2) Australopithecus robustus, hidup di Afrika Selatan. Lebih muda dari Australopithecus africanus.

3) Australopithecus boisai, yang terbesar di antara keempat Australopithecus. Australopithecus boisai berbadan lebih kekar, berasal dari Afrika Timur. Ciri yang menonjol adalah gigi dan tulang rahang lebih kuat..

4) Australopithecus habilis (Homo habilis) adalah satu keturunan dengan Australopithecus purba yang ramping. Australopithecus habilis  lebih tinggi intelegensinya dibandingkan dengan yang lain. Setelah fosil Australopithecus habilis  ditemukan, fosil ini makin dipercaya oleh beberapa ilmuan sebagai Homo purba.

b. Pithecanthropus

Pithecanthropus (pithecus = kera; anthropus = manusia), berumur antara 2-0,2 juta tahun. Di jawa, ada tiga jenis Pithecanthropusmenurut tahap evolusi, yaitu sebagai berikut.

1) Pithecanthropus robustus (modjokertoensis) ditemukan pertama kali di Perung, Mojokerto, Jawa Timur pada tahun 1936 oleh Cokrohandoyo (seorang mantra Geologi) berupa tengkorak anak usia 6 tahun. Kemudian fosil-fosil lainnya yang sejenis ditemukan si Sangiran, Jawa Tengah.

2) Pithecanthropus erectus pertama kali ditemukan oleh  Eugene Dubois pada tahun 1891 di Trinil, Jawa Timur. P. erectus lebih maju daripada P. robustus, mempunyai tungkai yang lebih modern, tetapi berotak primitive. Rongga otaknya hanya mencapai setengah dari Homo sapiens.

3) Pithecanthropus soloensis pertama kali ditemukan tahun1932 oleh Oppenoarth di Ngandong,Bora, Jawa Tengah. P. soloensis lebih manju dan merupakan tipe peralihan antara P. erectus dan manusia yang muncul kemudian (Homo sapiens).

c. Meganthropus palaeojavanicus

Hingga kini posisinya masih menjadi pertanyaan karena hanya ada satu temuan sehingga mungkin masuk Pithecanthropus atau mungkin berdiri sendiri.

d. Homo neanderthalensis

Fosilnya banyak ditemukan di daratan Eropa san Asia Barat, dan tidak dijumpai di Indonesia. Manusia ini berada pada peradaban antara tahun 200.000-40.000 SM. Manusia Neanderthal merupakan makhluk yang ulet, tidak liar, mempunyai rongga otak yang hamper sama dengan manusia modern. Contoh Neanderthal antara lain dari Eropa dan Palestina.

e. Homo sapiens

Homo sapiens di Idonesia dimulai dari Homo sapiens awal yang seing disebut Homo wadjakensis (manusia wajak). Fosil ini ditemukan di desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur tahun 1889 oleh  Eugene Dubois, usiaga kira-kira 40.000 tahun. Contoh lain adalah manusia Stabat, Gilimanuk, dan Plawangan. Kemudian  Homo spiens modern yang lenih maju lagi kebudayaannya. Ia belajar bercocok tanam dan menjinakan binatang. Dengan demikian, ia memperoleh kekuasaan atas lingkungannya dan kemudian mengembangkan peradaban.

Manusia modern di dunia dibedakan menjadi 5 ras pokok berdasarkan perbedaan morfologi, yaitu sebagai berikut.

a. Mongoloid (kulit kuning sampai coklat tua), contohnya Mongoloid Selatan dan MongoloidUtara.
b. Kaukasoid (kulit putih sampai coklat), contohnya Mediterranis, Nordid, dan Alpinid.

c. Negrid (kulit hitam atau coklat tua), contohnya Negrillo, Nilotid, bantu, termasuk NegroAmerika.
d. Khoisonid (kulit coklat kemerahan sampai coklat tembaga), Ada dua subras, yakni Hottentotdan Bushman.
e. Australomenlanesid (kulit berariasi: kemerahan sampai coklat tua), terbagi menjadiAustralid (hidup di Australia) dan Melanesis, yang terbagi lagi antara lain menjadiPolenesid, Mikronesid, dan Melanesid.

Awal manusia modern di Indonesia adalah ras Australomelanesid yang kemudian kawin dengan Mongoloid dan menghasilkan Proto-Melayu. Kemudian, Proto-melayu kawin lagi dengan Mongoloid, lalu menghasilkan Indonesia-Melayu.

Berddasarkan penemuan fosil, manusia  termasuk kelompok Hominidae yang digolongkan menurut pola-pola gigi dan berbagai ciriciri anatomis yang merefleksikan postur tegak. Studi mengenai protein, DNA, dan struktur kromosom pada tingkat molekuler membuktikan adanya ksamaan antara Primata dengan manusia. Misalnya pada studi mutakhir mengenai pola kromosom manusia dan simpanse.

Dalam sistematika hewan, manusia, dank era termasuk dalam ordo atau bangsa yang sama, yaitu ordo Primata. Ditinjau dari evolusinya, manusia merupakan anggota Primata yang paling modern.

Perkembangan evolusi Primata dimulai dari moyang yang berupa hewan mamalia pemakan serangga menurunkan Prosimian (Early Prosimians) yang hidup pada zaman Paleosin. Hewan ini bertubuh kecil seperti curut, bermoncong, dan berekor panjang. Mereka tangkas, cerdas, mempunyai organ-organ penggenggam dengan lima jari.

Dari hasil perkembangan evolusi Primata yang dimulai sejak 75 juta tahun yang lalu, diketahui hal-hal sebagai berikut.

a. Hanya manusia yang menyimpang dari jalur evolusinya.
b. Manusia hidup diatas tanah, sedangkan yang lainnya hidup di pohon-pohon.
c. Manusia berjalan tegak dengan dua kaki (bipedal) sdangkan yang lain berjalandengan empat kaki.
d. Semua hewan yang termasuk ordo Primata mempunyai beberapa persamaaan, yaitusebagai berikut.
1) Mempunyai penglihatan ruang (stereoskopis)
2) Bidang pandang kedua mata terpadu
3) Tangan digunakan untuk memegang; semaki tinggi derajat evolusinya, semakinterampil peggunaan tangannya
4) Semakin tinggi perkembangan evolusinya, semakin besar volume otaknya dansemakin luas pula permukaan otaknya.

Berdasarkan petunjuk evolusi, para ahlib iologi memperkirakan sejarah evolusi Invertebrata dan vertebrata. Evolusi Invertebrata yang terdiri atas 30 filum, dimulai dari nenek moyang berupa Protista yang hidup di laut. Protista bercabang menjadi tiga, yaitu filum Porifera, filum Gnidaria, dan filum Platyhelminthes. Selanjutnya filum Platyhelminthes bercabang-cabang lagi.

Banyak ahli biologi berpendapat bahwa nenek moyang Vertebrata adalah hewan yang cara mekannya dengan mengambil suspense, mirip dengan Gephalochordata. Gephalochordata adalah subfilum dari chordate invertabrata, Gephalochordata dan Vertebrata kemungkinan berevolusi dari leuhur Chordata yang sama.