Pilih Laman

Kromosom

Kromosom adalah benang-benang halus yang tersusun dari asam nukleat, seperti DNA dan RNA. Kromosom berasal dari kata chrome artinya berwarna dan soma artinya badan. Olehnya itu, kromosom dapat berarti badan yang menyerap warna. Kromosom terdapat pada nukleus (inti sel) setiap sel. Kromosom biasanya diamati pada tahap metafase saat pembelahan mitosis maupun meiosis. Kromosom tampak seperti batang yang mengandung struktur yang terdiri dari benang-benang tipis melingkar-lingkar. Di sepanjang benang-benang inilah terletak secara teratur struktur yang disebut gen. Tempat gen dalam kromosom disebut lokus gen.

Berdasarkan letak kromosom di dalam tubuh. Kromosom di bagi menjadi dua macam, yaitu kromosom tubuh (autosom) dan kromosom kelamin (kromosom sex).

  • Kromosom Tubuh (autosom): Kromosom tubuh (autosom) berperan mengatur sifat-sifat tubuh, bersifat diploid (2n), dan berjumlah 46 atau 23 pasang pada manusia.
  • Kromosom Kelamin (gonosom): Kromosom kelamin (gonosom) berperan dalam menentukan jenis kelamin, bersifat haploid (n), dan berjumlah 23 buah pada manusia.

Kromosom yang berpasangan disebut kromosom homolog. Kromosom homolog adalah kromosom yang mempunyai struktur yang sama atau mempunyai lokus-lokus alel yang sama. Dalam sel tubuh manusia terdapat 23 macam kromosom homolog. Jumlah macam kromosom atau satu pasang kromosom haploid disebut genom.

Struktur Kromosom terdiri dari:

Kromosom memiliki dua lengan, dan antara lengan yang satu dengan yang lain dibatasi oleh lekukan primer, sentromer, atau kinetokor.

  • Sentromer atau kinetokor

Lekukan primer membatasi pertemuan dua lengan. Pada lekukan tersebut terdapat daerah bening yang mengandung granula. Lekukan tersebut dinamakan sentromer atau kinetokor. Bagian ini berbentuk bulat dan tidak  mengandung  gen.   Fungsi sentromer yakni untuk pergerakan kromosom dari daerah ekuator ke kutub masing-masing pada waktu pembelahan.

  • Lengan kromosom

Lengan merupakan badan kromosom. Di dalam lengan ini terdapat kromomena (bahan nukleo protein).

  • Telomer

Untuk mempertahankan kestabilannya. pada setiap ujung kromosom diiengkapi dengan struktur yang khas disebut telomer. Fungsi telomer ialah menjamin agar replikasi ADN berlangsung dengan sempurna. Karena pentingnya telomer, sel yang kromosom telomernya mengalami kerusakan umumnya segera mati.

Letak sentromer menjadi ciri khas dari setiap pasangan kromosom. Berdasarkan letak sentromernya, kromosom dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam, yaitu:

(1)   Metasentrik: sentromer terletak di tengah-tengah kromosom

(2)   Submetasentrik: sentromer dekat pada salah satu ujung kromosom

(3)   Aksosentik: sentromer terletak di dekat ujung kromosom

(4)   Parasentrik: sentromer terletak di ujung kromosom.

Selain penggolongan kromosom di atas, bentuk kromosom dapat bermacam-macam yang disebabkan oleh letak sentromer yang bermacam-macam pula. Contohnya, ada kromosom yang menyerupai huruf L (satu lengan kromosom lebih panjang dari yang lain), kromosom menyerupai huruf I (sentromer terletak di ujung kromosom), dan kromosom yang menyerupai huruf V (kromosom mempunyai lengan sama panjang).

Jumlah kromosom

Setiap organisme memiliki jumlah kromosom yang berbeda-beda, terangkum dalam tabel berikut:

Contoh soal:

  1. Pernyataan yang salah tentang DNA adalah ….

A. rantainya double helix

B. gulanya deoksiribosa

C. basa nitrogennya: C, T, A, G

D. letaknya di ribosom, sitoplasma, nukleus, plastida

E. fungsinya sebagai pengendali faktor keturunan

Jawaban: D

Pembahasan:

DNA tidak terdapat di sitoplasma.

Tepatnya DNA ternyata yidak hanya ada di Nukleus namun juga ada ditempat organela yang dindingnya double misalnya: Chloroplast dan Mitochondria.

  1. Bagian dari kromosom yang didalamnya tidak terdapat gen dan tidak menyerap warna adalah ….

A. kromatid

B. kromomer

C. kromonema

D. lengan

E. sentromer

Jawaban: E

Pembahasan:

Pada lengan kromosom ditemukan kromonema yang berisi DNA yang merupalan senyawa organik sehingga diwarnai cat pewarna itu bisa diserap. Sentromer tidak mengandung gen dan berfungsi untuk tempat menempelnya benang spindel yang digunakan dalam proses pembelahan sel.