Pilih Laman

Sintetis Protein

Protein adalah suatu makromolekul yang disusun oleh berbagai asam amino. Sedangkan, enzim adalah protein yang mempunyai kemampuan sebagai katalisator reaksi biokimia dalam proses metabolisme seluler. Berdasarkan hasil penelitian Beadle dan Tatum (1941), gen mengendalikan proses metabolisme atau kehidupan individu melalui proses pengendalian enzim. Jadi, perubahan struktur gen dapat menyebabkan perubahan struktur protein pada tingkat asam amino, yang selanjutnya akan menyebabkan perubahan dalam proses metabolisme.

Protein tidak disintesis langsung oleh gen, melainkan melalui proses transkripsi dan translasi. Transkripsi adalah proses replikasi DNA untuk membentuk RNA-d/mRNA. Sedangkan, translasi adalah proses penerjemahan informasi genetik yang terdapat pada RNA-d menjadi runtunan asam amino polipeptida. Dalam transkripsi, DNA digunakan sebagai model untuk sintesis protein. Untuk lebih mengetahui tentang transkripsi dan translasi dalam sintesis protein, mari cermati uraian berikut ini.

  • Transkripsi

Transkripsi adalah proses transfer informasi genetik dari ruas DNA (gen) ke dalam molekul RNA yang dipandu oleh enzim transkriptase sebagai katalisatornya. Pembacaan oleh enzim transkriptase dimulai dari tanda awal (promotor) sampai tanda akhir (terminator) pada gen. Hanya bagian DNA yang diapit oleh kedua tanda itu yang akan ditranskripsikan. Runtunan basa pada utas RNA-d ditentukan oleh runtunan basa yang terdapat pada satu ruas DNA, dan setiap basa tersebut akan dicari padanan ribonukleotidanya, kemudian dirangkaikan menjadi rantai RNA-d.

  • Translasi

Setelah proses transkripsi di dalam inti sel selesai, selanjutnya RNA-d keluar dari inti untuk menjadi model cetakan dalam penyusunan rangkaian asam amino pada proses translasi. Informasi genetik yang dibawa oleh RNA-d terdapat pada runtunan basa yang dikandungnya. Setiap jenis kombinasi 3 basa yang berdampingan mengandung sandi genetik (kodon) tertentu, yang dapat diterjemahkan menjadi satu jenis asam amino. Dalam satu rantai RNA-d, hanya bagian tertentu yang menjadi pola cetakan dalam sintesis protein, yaitu ruas yang diapit oleh kodon awal (AUG) dan kodon akhir (UAA, UAG, UGA)

Setelah RNA-d sampai di ribosom, RNA-t mulai mengangkut asam amino ke dalam kompleks translasi (ribosom), serta membaca sandi-sandi (kodon) RNA-d. Selanjutnya, asam-asam amino yang dibawa oleh RNA-t dirangkai menjadi polipeptida. Kemampuan RNA-t menjalan- kan tugas tersebut, disebabkan karena adanya simpul anti kodon dan kemampuan satu kompleks dengan asam amino yang disebut aminoasil-t RNA. Proses penerjemahan rangkaian kodon-kodon RNA-d menjadi rangkaian asam amino polipeptida disebut translasi.

Berikut ini merupakan list kodon dan asam amino yang dikodek

Contoh soal:
1. Satu jenis asam amino essensial dibangun oleh ….


a. 3 basa nitrogen tertentu
b. 3 nukleotida
c. kumpulan polipeptida
d. 3 RNA duta
e. 3 DNA


Jawaban: B
Pembahasan:
Asam amino tersusun atas 3 buah basa nitrogen tertentu yang dikenal sebagai triplet. tentu 3 basa nitrogen harus disertakan juga 3 gula dan 3 phosphat sehingga membentuk 3 nukleotida. Setiap urutan tiga basa nitrogen tersebut memiliki arti khusus yang dapat diterjemahkan dalam proses translasi. Urutan 3 basa nitrogen ini disebut juga sebagai kodon.


2. Berikut ini
bukan merupakan proses yang terjadi pada sintesis protein adalah ….

a. RNAd keluar dari inti sel menuju ribosom
b. RNAd dibentuk oleh DNA di dalam sitoplasma
c. RNAt membawa asam amino menuju ribosom
d. DNA merancang sintesis protein
e. Di dalam ribosom terdapat RNAr


Jawaban: B
Pembahasan:
RNAd dibentuk oleh DNA di nukleus bukan di sitoplasma. RNAd dibentuk di Nukleus dalam proses Transkripsi.